Apa Itu LGBTIQA+? Memahami Identitas dan Keberagaman

Apa Itu LGBTIQA+? Memahami Identitas dan Keberagaman

Be first to like this.

Eh, beb, kamu pernah tahu apa itu LGBTIQA+? Mungkin kamu pernah mendengar istilah LGBTIQA+, tapi masih bingung dengan maknanya? Atau mungkin ada yang bertanya, “Kenapa sih harus banyak banget hurufnya?” Nah, mari kita bahas satu per satu, beb!

Latar Belakang di Indonesia

Di Indonesia, pembahasan tentang LGBTIQA+ masih sering diwarnai oleh stigma dan diskriminasi. Padahal, keberagaman gender dan orientasi seksual sudah ada sejak lama. Beberapa budaya Nusantara bahkan memiliki konsep gender di luar laki-laki dan perempuan, seperti waria dalam budaya Bugis yang memiliki kategori gender calalai, calabai, dan bissu. Atau di Toraja, kita mengenal toburake, imam adat yang merupakan transgender. Ada juga di Sumatra, yaitu Namboru Nantinjo, figur sakral di dalam silsilah keturunan raja Batak yang merupakan seorang transgender. Sayangnya, pengaruh kolonialisme dan norma sosial tertentu membuat keberagaman ini sering kali dianggap tabu atau bahkan mendapat perlakuan diskriminatif.

Memahami Istilah LGBTIQA+

Nah, hari ini kita mau belajar mengenai LGBTIQA+, yang merupakan singkatan dari berbagai identitas seksual dan gender. Yuk, kita bahas satu per satu!

L – Lesbian

Seorang lesbian adalah ia yang bergender perempuan dan tertarik secara seksual/emosional/romantis kepada perempuan lainnya. Dalam komunitas lesbian Indonesia, umumnya dikenal dengan empat label, yaitu: Buchi (butch) yang berpenampilan dan memiliki sifat maskulin, Fem (femme) yang berpenampilan dan memiliki sifat feminin, Andro yang berpenampilan dan memiliki sifat di antara buchi dan fem, dan No Label (Tanpa label) yang meliputi orang-orang lesbian yang tidak ingin dilabelkan ke dalam tiga kategori di atas.

G – Gay

Seorang gay adalah ia yang bergender laki-laki dan tertarik secara seksual/emosional/romantis kepada laki-laki lainnya. Secara internasional, istilah gay juga digunakan sebagai istilah payung untuk menyebut homoseksual laki-laki atau homoseksual perempuan.

B – Biseksual

Seorang biseksual adalah individu yang tertarik secara seksual/emosional/romantis pada dua gender atau lebih. Seperti menyukai laki-laki dan perempuan atau gender lainnya.

(Pengertian lain: tertarik pada gender yang sama dan yang berbeda.) Tidak menutup kemungkinan bahwa seorang biseksual dapat tertarik pada transgender dan gender non-biner.

T – Transgender

Transgender secara luas mencakup keberagaman individu yang mengidentifikasi diri dengan gender yang berbeda dari gender biner yang ditetapkan setelah lahir. Ada transpuan, yang merupakan singkatan dari transgender perempuan. Transpuan ialah seseorang yang saat lahir ditetapkan sebagai laki-laki, namun kemudian menyadari bahwa identitas gender sesungguhnya adalah perempuan. Ada juga transpria, yang merupakan singkatan dari transgender pria. Transpria ialah seseorang yang saat lahir ditetapkan sebagai perempuan, namun kemudian menyadari bahwa identitas gender sesungguhnya adalah laki-laki.

I – Interseks

Interseks adalah seseorang dengan karakteristik seks (genetik, tubuh, dan alat kelamin) yang berbeda dari karakteristik seks laki-laki/perempuan pada umumnya. Kawan-kawan interseks memiliki variasi karakteristik seks seperti kromosom, kelenjar reproduksi, atau alat kelamin yang tidak masuk dalam kategori jenis kelamin laki-laki/perempuan pada umumnya.

Ada banyak variasi di antara orang-orang interseks, baik pada tingkat fisik maupun dalam cara mereka mengidentifikasi diri. Perlu diperhatikan bahwa interseks umumnya tidak menjadi identitas seseorang, melainkan lebih sebagai kondisi fisik. Seorang interseks dapat memiliki identitas gender yang tidak berkaitan dengan alat kelaminnya.

Q – Queer

Queer adalah istilah payung bagi mereka yang mengidentifikasi diri bukan dari bagian dari cisgender heteroseksual atau memilih tidak terkotakkan di dalam label tertentu. Sejarahnya, istilah queer pada mulanya digunakan oleh kelompok LGBT-phobic untuk mengolok-olok, menghina, dan memberi label negatif karena dari segi bahasa, kata ini bermakna ‘aneh’. Lalu, sejak tahun 1969, ketika terjadi Stonewall Riots di Amerika—sebuah aksi melawan brutalitas polisi terhadap kelompok gay—gerakan LGBT secara vokal menggunakan istilah queer dalam kampanye mereka sebagai bagian dari upaya perlawanan terhadap stigma dan stereotip negatif yang kerap ditujukan kepada LGBT.

A – Aseksual

Aseksual (ace) adalah seseorang yang tidak mengalami ketertarikan secara seksual terhadap orang lain. Aseksualitas adalah bagian dari spektrum asexual-aromantic, yaitu spektrum bagi orang yang tidak mengalami ketertarikan secara seksual dan/atau romantik.

Seorang aseksual dapat menjalin hubungan romantis dengan pasangannya, hanya saja individu tersebut tidak menginginkan adanya hubungan seksual.

Jika seorang aseksual juga tidak mengalami ketertarikan secara romantik, maka dapat disebut sebagai AROACE (aromantic-asexual).

+ (Plus)

Tanda plus (+) dalam LGBTIQA+ mencakup identitas lain yang belum disebutkan, seperti non-biner, panseksual, dan ally.

Non-Biner adalah identitas gender yang tidak mengikuti pembagian gender biner. Konsep gender non-biner mengakui adanya gender selain laki-laki dan perempuan saja. Gender non-biner juga merupakan sebuah spektrum yang mencakup berbagai macam identitas gender seperti agender, bigender, gender ketiga, gender fluid, dan lain-lain.

Panseksual adalah Seseorang yang memiliki ketertarikan pada orang lain tanpa memandang gender, ekspresi gender ataupun jenis kelaminnya. Dengan kata lain, identitas gender tidak berkontribusi dalam ketertarikan seorang panseksual terhadap orang lain.

Ally (Sekutu) adalah orang yang mendukung dan memperjuangkan hak-hak komunitas LGBTIQA+ meskipun mereka sendiri tidak termasuk dalam komunitas tersebut.

Mengapa Pemahaman Ini Penting?

Well, beb, memahami keberagaman ini penting untuk membangun masyarakat yang inklusif dan penuh empati. Ketika kita menghargai identitas orang lain, kita turut serta dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua orang. Di Indonesia, masih banyak tantangan dalam penerimaan komunitas LGBTIQA+, tetapi perubahan dimulai dari pemahaman dan kesadaran kita, eimm~

Kesimpulan

LGBTIQA+ bukan sekadar akronim panjang, melainkan representasi dari keberagaman manusia yang selalu ada dalam sejarah. Dengan memahami arti di balik setiap huruf, kita bisa lebih menghargai dan mendukung teman-teman yang mungkin masih menghadapi tantangan dalam mengekspresikan identitas mereka.

Jadi, sudah lebih paham kan? Yuk, kita sama-sama menciptakan ruang yang lebih inklusif dan penuh cinta untuk semua! Bagikan info ini ke teman-temanmu, yaaw~

Related Stories

Mengalami Penipuan atau Pemerasan Online? Ini Langkah Praktisnya!
Tidak Ragu Lagi Punya Pasangan HIV+ Setelah Tahu U=U
Yes, Laki-Laki Punya G-Spot! Kenalan dengan Prostat dan Nikmatnya
Quantcast